Kamis, 02 Januari 2014

Terima Kasih Masa Lalu

Ketika duduk di kelas III SMP catur wulan ke 3 tahun ajaran 200/2001, ada sebuah pembahasan mengenai Keuangan pada pelajaran Ekonomi yang disampaikan oleh guru kami Bapak Musripin, S.Pd. Tapi materi Keuangan ini bukan tentang akuntansi tapi tentang pergerakan keuangan dalam lingkup ekonomi pasa saat itu dicontohkan tentang proses pertukaran/jual beli antar mata uang (valas). Tanpa sadar dalam hati muncul sebuah keinginan "suatu saat nanti saya ingin melakukan itu, melakukan jual beli antar mata uang suatu negara".

Pada bulam Mei 2011 saya sedang online di warnet untuk mencari sebuah referensi tentang bisnis onlie. Kemudian tanpa sengaja saya dipertemukan dengan sebuah artikel yang membahas tentang valas. Kemudian saya copy artikel tersebut, kemudian saya print out dan saya pelajari. Semenjak itu saya mengenal banyak istilah dalam valas antara lain forex (sebuatan valas dalam Bahasa Inggris), pair, bid, ask, bagaimana cara membeli dan menjual USD, dan sebagainya. Hingga akhirnya sayapun jatuh cinta dan semakin banyak mencari referensi. Ya, hanya refernsi yang saya dapatkan dan saya baca kemudian saya pelajari tanpa ada orang yang saya tahu untuk bertanya. Hingga akhirnya saya dipertemukan dalam sebuah thread untuk membahas analisa pasa ata uang secara matematis dan statistik yaitu Belajar Menganalisa Chart Ala KG.

Ternyata tidaklah mudah untuk menjadi seorang trader. sudah 2,5 tahun belum juga menunjukkan progress trading yang indah untuk dilihat. Selalu mengalami loss hingga akhirnya MC. Selama 2,5 tahun belum bisa memahami Analisa Chart Ala KG. Selain karena ego untuk selalu profit, juga disebabkan karena merasa selalu puas dan bangga ketika mendapat sebuah profit. Padahal profit yang didapat (menurut pemikiran saya sekarang ini) ada sebuah keberuntungan saja pada kala itu. Belum menunjukkan sebuah analisa yang sebenarnya.

Tepat pada akhir tahun 2013, saya kembali teringat dengan sebuah peristiwa yang dialami oleh seorang trader dengan inisial Forex Bender. Beliau berhasil mempelajari dan menguasai Analisa KG hanya dalam waktu 3 bulan, hal ini dikarenakan beliau sangat serius untuk belajar bukan untuk mendapatkan profit sebagai tujuan utama. Profit adalah efek yang didapat/diraih dari keseriusan belajar.

Beranjak dari kisah Forex Bender yang sekarang sudah "damai di sana" saya menguatkan niat untuk belajar kembali Analisa Chart Ala KG ini. Kembali membali dari halaman pertama. Melakukan tester setiap hari.

Tanpa disadari apa yang saya inginkan pada saat duduk di SMP tadi telah diwujudkan. Benarlah dalam sebuah buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu dituliskan bahwa apa yang kita rasakan di dalam hati itu menjadi kekuatan terbesar untuk sukses. Semoga di awal tahun 2014 ini menjadi tonggak untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis trading forex ini. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar